Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Makan Enak di Warung Pak Mul

Shinta's Pic
Penulis di Depan Warung Sate Solo Pak Mul

Mendapat kesempatan untuk pergi makan enak di waktu yang selalu penuh kesibukan, itu benar-benar sesuatu banget... 😊

Setelah selesai urusan surat-menyurat, birokrasi, formaliti, dan lain sebagainya, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk makan tongseng kambing sebagai menu makan siang kami. Tongseng ini sudah banyak diperdengarkan di kalangan teman-teman almamater SMA, bahwa rasanya luarrr biasa menakjubkan. Namun baru sekaranglah terealisasikan dengan sempurna.  

Shinta's Pic
(ki-ka) Sate Ayam, Sate Kambing, Tongseng


Namanya Warung Sate Solo Pak Mul Wahab (seperti yang tertera di foto paling atas). Lokasinya ada di daerah Jatibening, tepatnya di Jl Raya Kincan. Exit tol Jatibening. Menu yang disajikan adalah sate kambing, sate ayam, tongseng kambing, tongseng ayam. Untuk harga, InshaAllah sesuai dengan rupa makanannya yang enak itu 😁

Shinta's Pic
Sate Kambing
Yang membuat saya semakin menikmati sajian pak Mul ini adalah ukuran porsi serta daging dan bumbunya benar-benar pas. Tidak kekecilan ataupun kedikitan. Pokoknya pas lah.... ditambah dengan pelayanan yang cukup memuaskan. Pak Mul sekeluarga menyambut dan melayani kami para konsumennya dengan ramah.


 Tak sabar untuk berkunjung ke sana lagi... 😊 

Shinta's Pic
Pikulan Pak Mul

Ditulis oleh Shinta Dewi Wijiarti
MInggu, 13 Agustus 2017 pk. 22.24 

Komentar

  1. Mbak pikulannya sudah bikin lapar saya.Selalu suka warung sate yang sekalian sudah ada tongsengnya begini. Jadi puas makannya, nggak seret karena ada kuah tongsengnya meski kolesterolnya pun dobel jadinya hahaha..Kapan-kapan kalo lagi lewat daerah situ bisa mampir nih. Makasih sudah berbagi cerita ya, Mbak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha... Mb Diah baru lihat pikulannya dah lapar... Gmn aku yg dah jilatin pikulannya?? 😄😄😄

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Zaki dan Sisi (Final)

Episode Terakhir Malam pun tiba. Rocky merebahkan dirinya di salah satu sudut ruangan.  Kali ini ia telah lengkap dengan baju kreasi Sisi beserta topinya.  Terus terang Rocky tidak suka dengan baju ini. Ia menjadi sulit bergerak. Mau makan susah, minum susah,  apalagi buang air besar. Itu lebih sulit lagi. Namun, Rocky sayang sama Sisi dan Zaki. Sehingga apapun yang diberikan untuknya, pasti ia terima dengan suka cita. Rocky ingin keluar, memanjat pohon jambu itu lagi.  Tapi baju ini benar-benar gak banget. Mengganggu keleluasaan bergerak.  "Ah sudahlah, kucoba saja," kata Rocky. Ia mulai berjalan ke dapur.  Dicari sudut tempat ia biasa lalu lalang. "Duh, muat gak ya?" pikir Rocky. Rocky pun mulai mencobanya. Mulailah ia memasuki lubang itu.  Kepala bisa lewat. Begitu juga satu kaki depannya, lalu dua. Kini kedua kaki depannya sudah berhasil melalui lubang.  Rocky terus mendorong tubuhnya hingga ke bagian belakang tubuhnya. Tiba-tiba......

5 Langkah Membentuk Personal Branding

  sumber foto: https://unsplash.com/s/photos/personal-branding Personal branding atau bisa disebut juga dengan “merek” diri. Maksudnya adalah kita ingin dikenal seperti apa. Orang lain mengenali kita sebagai sosok yang bagaimana. Apakah kita ingin dikenal sebagai seorang artis atau seorang yang senang jalan-jalan, seanng membaca buku, pembelajar, pendidik, pedagang, dan lain sebagainya? Semua itu dibentuk dari personal branding yang kita buat. Adapun manfaat yang kita dapatkan dari membuat personal branding adalah, ini merupakan salah satu cara memasarkan diri, terutama jika kita memiliki usaha berupa jasa sebagai sumber penghasilan. Seperti tadi yang telah saya sebutkan di awal. Jika kita berprofesi sebagai seorang artis atau ahli Kesehatan dan kita ingin dikenal sesuai dengan profesi tersebut, maka sebaiknya dalam keseharian kita, dalam kita berpendapat, ataupun nilai yang kita ambil, benar-benar menggambarkan profesi yang kita pilih. Bagaimana kita membentuk personal branding? s...