Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Review Buku Sketsa Negeri Para Anjing


 

Judul: Sketsa Negeri Para Anjing

Penulis: Shabrina

Cetakan pertama: Rabiul Akhir 1427 H/ Mei 2006

Penyunting: Sakti Wibowo dan Nurul Hidayati

Desain Cover: Arif Yunur Rivan

Illustrasi Cover: Ferly Leriansyah

Penerbit: Lini Zikrul Remaja (Zikrul Hakim), Jakarta

Jumlah Halaman: 160 halaman, uk. 11,5 x 17,5 cm

ISBN: 979-9140-34-x

    Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang sarat dengan nilai religi. Pesan religi disampaikan oleh penulis melalui kisah-kisah yang melekat dalam kehidupan sehari-hari kita. Tak luput pula penulis menyampaikan dengan plot twist yang berbeda-beda. Terkadang membuat pembaca berpikir, siapakah sosok utama dari tokoh yang diceritakan cerpen tersebut.

    Diawali dengan kisah seorang ibu guru baru mendaftar ke sebuah sekolah. Namanya adalah Bu Brin. Ia diamanahi mendidik anak berkebutuhan khusus. Dengan berbekal pengalaman mengajar di sekolahnya terdahulu, ditambah dengan kesabaran dan doa yang terus menerus diucapkan, akhirnya Allah membukakan mata dan hati Atma. Atma yang tidak mau berinteraksi dengan siapapun, perlahan-lahan mau bercerita kepada guru-guru lain di sekolah itu.

    Kemudian penulis juga mengangkat cerita yang sering terjadi di sekitar kita, namun sering terabaikan tanpa sengaja. Seperti perselingkuhan, yang mana masalah ini dilihat dari kacamata anak-anak masing-masing keluarga yang melakukan perselingkuhan. Bagaimana penulis mengemas permasalahan ini dari dua sisi yang bertentangan, hingga akhirnya hanya dengan mendekatkan diri pada Illah menjadi jawaban untuk mendapatkan ketentraman dari permasalahan itu.

    Ada satu cerita yang menurut saya dapat membuka mata hati kita dalam pergaulan sehari-hari. Terkadang karena begitu eratnya kita berteman dengan seseorang, kita masih merasa sungkan menyampaikan saran. Merasa tidak enakkan, bahkan terkadang tidak tahu mau bicara apa. Permasalahan ini disampaikan dengan alur yang sangat menarik pada cerpen “Tentang Mas Darman”.

 “Sketsa Negeri Para Anjing” adalah salah satu dari limabelas cerpen yang dijadikan judul utama buku ini. Mengapa penulis mengambil judul tersebut sebagai judul utamanya? Sebaiknya temukan sendiri jawabannya dengan membaca buku ini.  

Menurut saya, buku ini sangat bagus untuk dibaca remaja hingga usia dewasa. Buku ini sangat membuka wawasan akan nilai keislaman yang sepatutnya kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari dengan alur yang menarik. Ringan dibaca namun sangat menyentuh rasa, membuat kita ingin terus membaca cerpen-cerpen berikutnya hingga akhir.

#RCO9

#OneDayOnePost

#ReadingChallangeODOP9

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kan Ku Panjat Tebing Itu!

Nayla beraksi Hari itu adalah hari Sabtu.  Kebetulan Sabtu pagi itu kami semua tidak ada kegiatan belajar dan mengajar.  Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba kegiatan rock climbing di Plaza Festival,  Jakarta.  Sudah lama aku tidak mengunjungi daerah itu.  Terakhir ke sana saat aku masih mengerjakan skripsi,  mencari bahan landasan teori di perpustakaan Soemantri. Itu sekitar 20-23 tahun yang lalu! 😱 😆 Sudah banyak perubahan yang terjadi di sekitar Kuningan, jalan H.R Rasuna Said.  Dengan mengendarai motor, kami celingak-celinguk mencari gedung Plaza Festival.  Tak lama, kami pun menemukannya.  Segera saja memutar balik arah motor menuju pintu masuknya lalu parkir. Terus terang,  suasana di belakang Plaza Festival tidak banyak berubah.  Beda sekali dengan tampak depannya.  😁  Kami pun langsung menemui salah seorang kenalan yang mengenalkan dengan kegiatan panjat tebing ini. Kami tiba di sana pk. 07.00....
BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Sepenggal Kisah Abdurrahman bin 'Auf

https://inspirasigirly.com/abdurahman-bin-auf-manusia-bertangan-emas-1/ ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN Jika saya sedang mengalami keterpurukan dalam usaha usaha saya, semangat down, maka saya selalu bermuhasabah diri dengan mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur.. Alhamdulillah.. kurma yang dikhawatirkan tidak lak...