Saturday, May 19, 2018

TA'JIL


Alhamdulillah sampai juga di rumah sebelum maghrib. Segera kusiapkan belanjaan tadi. Ayam bakar, aneka lalapan, serta kerupuk dan nasi kuletakan dalam wadah saji cantik yang kupunya. Kemudian kususun di meja makan beserta tumpukan piring makan dan sendok garpunya.

Mama melihat kesibukanku sepulang kerja langsung bertanya keheranan. "Kamu ada yang diundang ke rumah ya?" tanyanya sambil memandang penuh takjub belanjaanku.
  "Iya. Aku lupa hari ini ada acara bukber. Dan...aku kebagian ketempatan," kataku sambil nyengir dan tetap menyusun lauk-lauk di meja makan. "Kita ada nasi kan? Tapi aku juga dah beli sih untuk tambah-tambah."
   "Nasi sih ada. Kamu undang berapa orang?" tanya mama mulai khawatir.
    "Teman sekelas waktu SMA. Tapi gak tahu juga sih berapa yang bisa hadir."

Setelah selesai merapihkan meja makan, aku langsung beralih ke aneka ta'jilan yang berada di sudut meja dapur. Segera aku geser-geser kursi-kursi di ruangan tamu menempel para dinding, lalu kugelar tikar besar yang biasa dipakai mama untuk acara arisan atau pengajian di rumah, di bagian tengah ruangan. Kususun menu ta'jilan aneka warna dalam beberapa baki. Ada sop buah, es pisang ijo, kolak, juga bubur sumsum dan biji salak. Ta'jil-ta'jil tersebut kuletakkan ditengah-tengah tikar. Bersama dengan aneka cemilan mama dan tak lupa beberapa toples kurma.
     "Sini. Mama bantu susun. Kamu mandi dulu sana. Nanti keburu teman-temanmu datang," kata mama sambil mulai mengambil salah satu bungkus belanjaanku.
     "Oke deh Mama cantik. Makasih yah Mam," kataku tersenyum sambil kemudian mencium pipi mama dan beranjak pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

Mama hanya menggelengkan kepala melihat putrinya bergerak tergesa-gesa seperti itu. "Tika...Tika...," Mama membatin. " Yang kamu undang itu sekelas atau sekampung? Banyak bener belanjaannya. Emang rumah Kita muat?" Mama langsung menyusun belanjaan Tika di meja makan dan beberapa di tikar.
      "Menu ta'jilannya banyak bener lagi. Bagaimana mo segera ini. Bisa pusing nih teman-temannya mikirin mo menyegerakan pakai yang mana. " Mama pun tertawa geli sendiri.



#RWCODOP2018
#onedayonepost
@komunitas.odop




Friday, May 18, 2018

BUKBER

     Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing. 

     Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.

  Alhamdulillah...kini ia berhasil menemukanku. Bisa kalian bayangkan kan bagaimana bahagianya ia ketika aku mengkonfirmasi kebenaran semua kriteria tentang aku yang is sebutkan selama menelepon? Aku pun akhirnya berhasil menampakkan figur Silvia dalam benakku. Setelah membongkar-bongkar long term memory dan short term memory, akhirnya kutemukan sosok Silvia, perempuan yang saat SMA bertubuh kecil, kulit putih, rambut pendek sebahu, serta selalu melibatkan teman-temannya untuk membuat acara sekolah maupun liburan sekolah bersama.

      Kami pun bercakap-cakap panjang kali lebar. Saling menanyakan kabar masing-masing, kesibukan yang sedang dilakukannya, serta akhirnya muncullah ide untuk mengumpulkan semua teman-teman satu kelas kami. Nah, ini pun menjadi berita mengejutkan selanjutnya.

     Berhubung aku adalah sosok terakhir yang berhasil ditemukan, akhirnya. Maka Silvia dengan bangganya menentukan tempat reuni di tempat aku tinggal sekarang ini. Waktunya ya sekarang ini saat bukber. Untuk seksi humas, sudah tentu Silvia yang akan mengurus semua kehadiran teman-teman almamater ini.

     Selama bulan Ramadhan, sekolah tempatku bekerja memberikan kebijakan para karyawannya untuk pulang  pukul 14.00. Namun, memang dasar akunya, masih berusaha membereskan PR-PR masa lalu yang belum tuntas hingga muncul WA dari Bimo menanyakan alamat lengkap acara bukber nanti. 

      MasyaAllah! Hari ini ada bukber? Aku langsung terperanjat. Melihat jam di dinding hampir waktu ashar. Aku langsung beres-beres. Terdengar suara azan ashar. Aku pun langsung sholat bersama teman-teman yang lain.

     Inilah yang membuat aku sekarang berada di posisi ini. Aku berada di tengah-tengah pasar kaget yang penuh dengan orang-orang yang menjual dan akan membeli aneka takjilan, lauk, dan segala pernak-pernik Ramadhan. Sebenarnya aku tidak suka berada di pasar. Silvia pun tahu itu. Makanya, ia langsung memutuskan tempat acara di rumahku.  Ini hukuman karena aku sibuk di dalam bumi sehingga mereka kesulitan menemukanku, ungkapnya waktu itu sambil tertawa. 

Heeh...ya sudahlah. Demi membahagiakan mereka yang sudah lama tak bertemu, aku pun menyetujui saran Silvia. Jadi disinilah aku berada. Ditengah lautan takjil yang beraneka warna, serta aroma-aroma sedap yang mengguncang kedamaian kerongkongan hingga perutku. Akhirnya kuputuskan saja tuk mengambil beberapa aneka takjilan serta lauk, lalu bersegera beranjak dari situ untuk menyiapkan dan menyambut teman-teman bukber di rumahku.

#RWCODOP2018
#onedayonepost
@komunitas.odop




Saturday, March 17, 2018

Lakukan 5 Langkah Ini untuk Menarik Minat Baca Anak

Sumber foto : www.pexels.com

Tahukah Anda, kebiasaan membaca dapat memperpanjang usia?


Sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa dengan membaca selama 30 menit per hari atau sekitar 3,5 jam per minggu akan memperpanjang  usia kita.

Membaca akan meningkatkan daya kognitif kita sehingga kemampuan dan ketahanan daya hidup kita pun akan meningkat. Kemampuan menalar,  berpikir kritis,  konsentrasi,  serta kemampuan berempati dengan lingkungan sekitar juga semakin terlatih dengan kebiasaan membaca ini.

Namun,  meskipun manfaat membaca sangat baik bagi kesehatan manusia, di Indonesia sendiri,  minat baca tidak besar seperti pada negara-negara lain. Hal ini bisa dikarenakan daya beli masyarakat tidak sesuai dengan harga buku yang ditawarkan di pasaran,  kurangnya fasilitas perpustakaan,  serta kurangnya motivasi dari orang dewasa terutama orang tua.

Oleh sebab itu,  sebaiknya kita melakukan 5 langkah mudah ini untuk menarik minat membaca pada anak.
1. Sediakanlah buku-buku anak dalam jangkauan mereka. Permudah mereka untuk membaca buku dan mengatasi rasa ingin tahu mereka melalui buku.

2. Orang tua menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama dengan anak. Hal ini juga akan meningkatkan hubungan psikologis antara anak dengan ayah / ibunya.

3. Orangtua membuat jadwal rutin untuk berkunjung ke perpustakaan atau ke toko buku, kemudian beri kebebasan pada Ananda untuk memilih buku kesukaannya.

4. Perhatikan hobi Ananda. Sesuaikan buku-buku dengan minat anak Anda.

5. Pilihlah buku yang menarik,  banyak gambar yang mengedukasi,  dengan tulisan singkat sehingga Ananda mudah memahami isi pesan dari bacaan tersebut.

Bila bukan kita,  para orang tua, yang memunculkan dan meningkatkan minat baca pada anak,  siapa lagi?

Sumber
http://wap.mi.baca.co.id/19278756?origin=relative&pageId=e702fb27-114b-4e43-af3d-dfe0f7944442&PageIndex=0#list
http://wap.mi.baca.co.id/19457258?origin=relative&pageId=217e733c-26e9-4077-9f6f-9beeb87a888b&PageIndex=3#list

Day 55
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Zaki dan Sisi (Final)


Episode Terakhir

Malam pun tiba. Rocky merebahkan dirinya di salah satu sudut ruangan.  Kali ini ia telah lengkap dengan baju kreasi Sisi beserta topinya.  Terus terang Rocky tidak suka dengan baju ini. Ia menjadi sulit bergerak.

Mau makan susah, minum susah,  apalagi buang air besar. Itu lebih sulit lagi. Namun, Rocky sayang sama Sisi dan Zaki. Sehingga apapun yang diberikan untuknya, pasti ia terima dengan suka cita.

Rocky ingin keluar, memanjat pohon jambu itu lagi.  Tapi baju ini benar-benar gak banget. Mengganggu keleluasaan bergerak.  "Ah sudahlah, kucoba saja," kata Rocky.

Ia mulai berjalan ke dapur.  Dicari sudut tempat ia biasa lalu lalang. "Duh, muat gak ya?" pikir Rocky. Rocky pun mulai mencobanya.

Mulailah ia memasuki lubang itu.  Kepala bisa lewat. Begitu juga satu kaki depannya, lalu dua. Kini kedua kaki depannya sudah berhasil melalui lubang.  Rocky terus mendorong tubuhnya hingga ke bagian belakang tubuhnya. Tiba-tiba... Hegh!  Tubuh Rocky tersangkut.

"Hadeuh... Bagaimana ini? " keluh Rocky. Ia berusaha kembali mendorong tubuhnya. Dikempiskan perutnya. Didorong lagi sekuat tenaga dengan kaki belakangnya. Tiba-tiba terdengar.... KREK,  KREK, KREEEEK !  Baju kebanggaan Sisi robek.

"Waduh, robek pula," keluh Rocky terkejut.  Rocky memandangi pakaiannya sejenak. Lalu ia memutuskan tuk mengabaikannya.

Rocky lanjut berjalan menuju pohon jambu.  Ia masih penasaran dengan suasana di balik tembok itu.  Kali ini Rocky sudah lebih percaya diri melangkah.  Dengan lincah, ia akhirnya tiba di atas tembok itu.  Duduk tenang,  mengamati kerlipnya lampu jalanan.

"Hai, siapa itu?! " Suara keras itu kembali mengejutkan Rocky.  Ia merubah posisi duduknya. Kali ini ia sudah siaga menghadapi kucing besar. " Ini daerah kekuasaanku. Kamu siapa?  Berani-beraninya kamu kesini! " bentaknya lagi.

Rocky terdiam. Ia masih pada posisinya.  Tak bergeming. Kucing besar itu mendekatinya perlahan. "Kamu ini siapa? Kamu ini apa?"  kata kucing besar lagi.  Diamatinya tubuh Rocky dari atas ke bawah, ke atas lagi,  dan ke bawah lagi. "Kamu ini hewan apa? “ tanyanya lagi keheranan. 

" Aku Rocky. Aku kucing pemilik rumah ini, " sahut Rocky.

" Lha?!  Ini kamu?!  Apa yang terjadi dengan kamu?  Kok badanmu... Jelek? " tanya kucing besar ketus.

"Badanku tidak pa-pa.  Ini baju yang dibuat...," Belum selesai Rocky menjelaskan, tiba-tiba si kucing besar tertawa terpingkal - pingkal.

"Buahahaha.... Itu baju dari tuanmu?  Jelek banget!  Hahahaha... " kucing besar terus mentertawakan keadaan Rocky. "Sudah.  Lebih baik kamu tinggalkan saja rumah ini.  Pemilikmu sudah merendahkan martabatmu dan para spesies kucing lainnya."

Rocky tetap terdiam saja mendengar komentar kucing besar.  Sebenarnya Rocky sependapat dengan kucing besar.  Baju itu benar-benar gak banget.  Namun, ia sayang dengan keluarga ini.  Jadi,  Rocky menerima saja.

"Sudah ah,  aku mau pergi, " ucap kucing besar setelah tenang dari tertawa terbahak-bahak tadi. " Nanti,  bila kawan-kawanku melihat aku di sini sama kamu,  dikira aku bergaul dengan siluman pula, " lanjutnya lagi. 

Akhirnya,  kucing besar meninggalkan Rocky dan jubahnya sendirian di atas tembok.  Rocky lega, bersyukur kucing besar tidak bertindak lebih jauh.  Namun,  di saat yang bersamaan,  Rocky juga sedih.  Karena tampak olehnya Kucing-kucing lain yang lewat di bawah temboknya dan melihatnya tertawa cekikikan.  Apalagi setelah kucing besar berbicara dengan mereka semua. Rocky hanya bisa termenung di atas tembok.


Tamat

Day 54
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Friday, March 16, 2018

Zaki dan Sisi (11)


Episode 11

"Assalamualaikum...! Good morning! “ teriak Sisi sengaja membangunkan Rocky.  Rocky kaget. Ia loncat dari singgasananya. Sisi langsung tertawa terpingkal-pingkal melihat sikap dan ekspresi Rocky. "Sungguh tega nian,  dikau Mbak Sisi. Aku terkejut sekali ini," keluh Rocky dalam hati.

Rocky langsung mendekati dan menempeli tubuh Sisi. Ia pun mengeluarkan suara dengkur sebagai arti minta di elus. "Nih,  Rocky. Sudah jadi!"  kata Sisi sambil menunjukkan hasil karyanya.

Itu adalah sebuah baju kecil berwarna-warni. Gabungan dari beberapa kain perca yang di jahit menjadi kemeja mini lengkap dengan kancingnya. Ternyata inilah hasil Sisi bersemedi di kamarnya seharian kemarin. Sisi hanya keluar kamar untuk makan saja,  kemudian ia kembali lagi ke kamarnya tuk bekerja. Dan,  inilah hasil kerjanya.

Rocky mendekati baju yang ditunjukkan Sisi padanya. Diendus-endusnya. Diamatinya depan, belakang,  atas,  bawah,  semua ditelitinya.  Kalau dari baunya, sepertinya ini tidak bisa di makan, menurut Rocky.

Akhirnya ia kembali mendekati Sisi dan berguling - guling di sampingnya. "Aku juga bikin topi ya," lanjut Sisi. Rocky hanya melihat sesaat saja. Lalu kembali asik berguling - guling kembali.

"Ih,  kenapa dia jadi sok imut begitu," kata Zaki setelah melihat sikap Rocky.

"Aku dah bikin ini! " teriak Sisi dengan bangga,  menunjukkan hasil kreasinya pada Zaki. "Bagus kan,  Kak?"

"Itu untuk Rocky??" tanya Zaki tak percaya, sambil memandani baju mungil itu.  "Muat gak ini?"

“Kita coba yuk, " ajak Sisi. "Rocky, ayo sini!" 

"Meong, " Rocky langsung menyahut ketika namanya dipanggil. Ia pun berjalan mendekati Sisi. Ia pun mengendus - endus kembali tangan Sisi. Tangan Sisi sedang memegang kain warna-warni yang sudah Rocky kenal dari baunya. Mulai timbul perasaan tidak enak dalam diri Rocky. Namun ia tetap menunggu Sisi dan Zaki dengan tenang.

Sisi mengangkat tubuh Rocky ke dekapannya. Mulai ia masukkan kaki depannya ke baju buatan Sisi,  lalu kepala, dan hingga rapih menutupi badannya. "Tarraaaa..." kata Sisi dengan bangga setelah ia selesai memakaikannya.

Rocky pun setelah dipakaikan baju tersebut,  duduk diam mengamati Zaki dan Sisi yang tengah memandangnya. Rocky tak memahami arti tatapan itu. Sepertinya ada yang beres,  tapi ada yang tampak tak beres juga dari tatapan itu.

"Hmm... Baju ini mo dipake kapan ya, Si? " tanya Zaki ragu-ragu.

" Ya kalau bisa setiap hari lah, kan lucu," jawab Sisi gemes pada Rocky.

"I,  iya sih... Tapi... Bikin gatel gak?  Panas gak?  Nanti Rocky malah rontok bulunya, " Zaki mulai khawatir dengan kelangsungan hidup kucing mungil itu.

" Hmm... Ya udah deh. Pakainya malam saja,  biar hangat. Sini Rocky kita buka lagi. Nanti malam kita pake ya. " Sisi langsung melepaskan baju itu dari Rocky. Kemudian ia menyimpannya di dalam kamarnya.

Tinggallah Rocky tengah menjilat-jilati badannya. Zaki pun memandangi perilaku Rocky,  lalu ia berkata sambil mengeluh kepala Rocky , "sabar ya Rocky. Sisi memang gitu. Semua mau dihiasi sama dia. Tapi dia baik kok. " Rocky tetap saja menjilat-jilati bulu-bulunya.

Bersambung....

Day 53
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Zaki dan Sisi (10)


Episode 10

Rocky sempat menahan nafas sejenak. Tubuhnya seketika menegang. Matanya melebar mengawasi. Bulu-bulunya berdiri hingga ekor. Rocky memasang kuda-kuda jikalau kucing besar itu menyerangnya.

Kucing besar itu memang amat menakutkan bagi Rocky. Dengan sorotan mata yang tajam,  wajah bulat,  serta ada beberapa bekas luka di wajah,  dan telinganya benar-benar menunjukkan bahwa ia yang berkuasa di sini. Belum lagi badannya yang besar,  dengan bulu berwarna kuning putih dekil,  sungguh menghilangkan makna lucu bagi spesies kucing.

Rocky tetap pada posisi dimana ia berdiri. Tak bergeming. Hanya terus menatap kucing besar itu. Mulailah ada suara grrrr.... dari masing-masing.

"Sana! Pergi sana! " kata kucing besar itu lagi. Kali ini nadanya sudah benar-benar membentak keras. Rocky sempat mundur perlahan. Cuping telinganya pun ke arah belakang. Akhirnya Rocky memberanikan diri untuk berbicara.

" Ehm... Aku mau di sini sebentar, boleh? " katanya perlahan,  bergetar,  penuh harap.

" Tidak!  Sana! “ kata kucing besar.

"Kenapa tidak boleh?  Aku hanya akan duduk di sini saja.  Aku tidak akan berjalan ke tempatmu. Boleh ya? " Rocky meminta,  hampir memohon.

"TIDAK!  SANA! “ bentak si kucing besar lagi.

" Tolonglah... Kumohon..." Kali ini Rocky benar-benar meminta.

Tiba-tiba... GRRR... MEAOUU!!!  Si kucing besar menerkam hampir memukul Rocky.

Mendengar dan melihat  hal itu, tanpa pikir panjang, Rocky langsung membalikkan badan dan kembali turun ke rumah dengan sangat cepat. Ia pun terus berlari hingga akhirnya masuk kembali ke dalam kardus tempat tidurnya.

Saat duduk di dalam kardus,  Rocky dapat merasakan jantungnya berdegub kencang. Nafasnya pun tersengal-sengal. Rasa takut benar-benar menyelimuti dirinya. Apa salah aku? Rocky bertanya-tanya dalam hati. Cukup beberapa saat,  Rocky terjaga,  memastikan kucing besar itu tak mengikutinya.  Ia pun berusaha menenangkan diri lalu tertidur.

KLONTANG , KLONTANG, BYURRR...  Terdengar suara sibuk di dapur.  Rocky langsung terjaga.  Apakah kucing besar itu masuk? Oh, ku harap tidak,  pinta Rocky, memohon.  Berjalan perlahan menuju dapur tuk memastikan.  Oh,  alhamdulillah ternyata ibu. Ibu tengah menyiapkan sarapan untuk ayah,  Zaki, dan Sisi. Rutinitas yang biasa dikerjakan setiap pagi.

Rocky memutuskan tuk kembali ke kardusnya. Ia masih merasa lelah karena semalam. Haah... Tidur sejenak tak akan membunuhku, bukan? Kata Rocky dalam hati sambil melanjutkan tidurnya.

Bersambung....

Day 52
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Zaki dan Sisi (9)


Episode 9

Hari telah malam. Zaki,  Sisi,  dan kedua orangtuanya telah tidur di kamar masing-masing. Tinggallah Rocky sendiri di kardusnya mengamati gelapnya malam.

Kali ini Rocky telah berencana ingin berjalan-jalan keluar rumah. Ia penasaran dengan kucing besar yang mampir ke rumahnya tadi siang. Rocky ingin mencoba memanjat pohon jambu malam ini.

Rocky mendekati pintu dapur. Ia mencari celah yang bisa membuat ia keluar ruangan. Akhirnya ketemulah celah di dekat jendela dapur. Rocky berusaha keluar melalui itu.

Kini ia sudah di teras belakang. Pohon jambu itu di malam hari tampak sedikit menyeramkan. Rocky menggelengkan kepalanya cepat menepis kekhawatiran yang mengganggu pikirannya.

Rocky mulai memanjat, berjalan di atas batang pohon hingga ke atas. Hingga ia berhenti di salah satu cabang pohon,  Rocky melihat ke bawah. Wuih! Tinggi sekali!

Sempat terbesit keraguan di hati Rocky, namun ia tetap melangkah. Berhati-hati berjalan melintasi datang mengarah ke salah satu dinding. Ketika sudah mendekati tembok luar, Rocky menarik nafas. Lalu,  satu... Dua... Tiga... Hop!  Rocky melompat ke arah tembok itu dan... Hup!  Ia berhasil mendarat di bagian atas tembok luar.

Rocky sangat senang luar biasa. Tanpa sadar ia berputar kegirangan,  dan... Ia langsung terguling, jatuh. Alhamdulillah,  Rocky jatuh di rumput pekarangan rumahnya lagi. Rocky kembali bangkit,  masih terhuyung - huyung pusing.
Digelengkannya kembali kepalanya. Setelah Rocky sadar dan ia yakin kuat, ia mencoba kembali memanjat pohon jambu. Tingginya pohon jambu itu harus berhasil ia kalahkan. Ternyata Rocky gigih juga ya.

Kali ini ia berjanji akan lebih berhati-hati lagi. Di panjat kembali pohon itu. Kemudian dilalui batang dan dahan yang mengarah ke tembok. Lalu ia melompat ke atas tembok itu lagi.

Sesampainya di atas tembok,  Rocky berusaha menitinya. Berjalan perlahan - lahan hingga ke ujung tembok itu berakhir. Kali ini tidak ada jalan lain yang bisa ia lalui. Namun dari atas tembok itu,  Rocky dapat melihat pemandangan yang indah daerah tersebut di malam hari.

Banyak lampu benderang, memerangi rumah penduduk, jalan komplek,  taman, dan lokasi lainnya. Terdengar suara kucing, anjing, sayup-sayup. Artinya hewan-hewan itu jauh dari lokasi Rocky. Tiba-tiba Ada suara yang mengejutkan dan merusak lamunan Rocky.

"Hei, ngapain kamu di sini!?  Sana pergi! " bentak suara itu. Rocky langsung menoleh ke arah suara itu. Bulu-bulu Rocky langsung berdiri,  dan ia melangkah mundur perlahan. Ternyata itu adalah si kucing besar tadi. Namun kali ini ia hanya berjarak beberapa langkah saja darinya.

Bagaimana ini?

Bersambung....

Day 51
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

TA'JIL

Alhamdulillah sampai juga di rumah sebelum maghrib. Segera kusiapkan belanjaan tadi. Ayam bakar, aneka lalapan, serta kerupuk dan nasi kule...