Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

5 Langkah Membentuk Personal Branding

 

sumber foto: https://unsplash.com/s/photos/personal-branding



Personal branding atau bisa disebut juga dengan “merek” diri. Maksudnya adalah kita ingin dikenal seperti apa. Orang lain mengenali kita sebagai sosok yang bagaimana. Apakah kita ingin dikenal sebagai seorang artis atau seorang yang senang jalan-jalan, seanng membaca buku, pembelajar, pendidik, pedagang, dan lain sebagainya? Semua itu dibentuk dari personal branding yang kita buat.

Adapun manfaat yang kita dapatkan dari membuat personal branding adalah, ini merupakan salah satu cara memasarkan diri, terutama jika kita memiliki usaha berupa jasa sebagai sumber penghasilan. Seperti tadi yang telah saya sebutkan di awal. Jika kita berprofesi sebagai seorang artis atau ahli Kesehatan dan kita ingin dikenal sesuai dengan profesi tersebut, maka sebaiknya dalam keseharian kita, dalam kita berpendapat, ataupun nilai yang kita ambil, benar-benar menggambarkan profesi yang kita pilih.

Bagaimana kita membentuk personal branding?


sumber foto: https://unsplash.com/s/photos/personal-branding


1. Tentukan potensi atau keahlianmu yang ingin diketahui orang lain. 

Kita harus benar-benar menyadari kunggulan dan keunikan yang kita miliki. Kita yakin akan kemampuan tersebut dapat memberikan manfaat pada orang lain.

2. Tentukan tujuanmu. 

Dengan menetapkan tujuan utama, kita akan menemukan strategi apa yang harus dilakukan agar personal branding ini dapat segera terlaksana. Misalkan, kita ingin dikenal sebagai pembicara ahli Kesehatan, maka kita akan rajin menghadiri seminar, baik sebagai peserta maupun pembicara atau menyebarkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Kesehatan kepada teman ataupun anggota masyarakat lain yang lebih luas.

3. Terus gali potensimu. 

Saat kita ingin dikenal sebagai seorang yang kompeten atau mampu menyebar kebaikan sesuai keahlian kita, maka janganlah berhenti belajar. Terus menimba ilmu, menemukan ilmu yang tepat dan dibutuhkan, lalu berkumpul dengan orang-orang yang bisa mengasah kemampuan kita tersebut.

4. Sebarkan. 

Bagaimana orang lain mengetahui keterampilan kita apa, jika kita tidak menginformasikannya? Di sini lah kita mulai memerlukan keahlian membentuk networking sebagai upaya penyebaran personal branding kita. Temukan komunitas yang baik dan tepat agar pembentukan personal branding semakin kuat.

5. Berdoa dan mulailah. 

Membentuk personal branding memerlukan waktu. Sudah sewajarnya kita meminta kepada Allah agar diberikan kesabaran saat membentuk personal branding ini. Selaiin itu, minta juga kepada Allah agar dipertemukan dengan orang-orang baik untuk menjadi networking kita.


sumber foto: https://pixabay.com/id/images/search/penulis/


Sekarang ini sudah banyak media-media yang bisa membantu kita dalam membentuk personal branding. Dengan kita rutin membuat post di status WhatsApp, Telegram, membuat story di facebook, Instagram, blog atau website, itu merupakan langkah nyata membentuk personal branding. Oleh sebab itu, mulailah saling tegur sapa sesama penghuni WhatsApp, Telegrams, Facebook, Instagram, blog dan website. Sering-seringlah mengirim like, love, reply yang mendukung lebih baik lagi.

Saat ini saya ingin dikenal sebagai seorang penulis. Saya sedang melakukan perjalanan membentuk personal branding sebagai seorang penulis. Ternyata, setelah saya melakukan riset, penulis memilik beragam bidang. Ada penulis puisi, cerpen, novel, artikel seo, artikel ilmiah, resensi, jurnal, dan masih banyak lagi. Artikel pun masih banyak lagi cabangnya.

Riset yang saya lakukan belum tuntas. Masih perlu riset lagi untuk menemukan keunikan identitas kepenulisanku. Bagi saya ini penting. Semakin unik, semakin khusus, akan membantu orang untuk bisa menemukan keahlian kita agar bisa menjawab permasalahan mereka.

Berdasarkan langkah membentuk personal branding yang telah saya tuliskan sebelumnya, berarti saya harus riset lagi. Riset ini saya lakukan dengan cara banyak membaca buku dan mengikuti pelatihan yang kira-kira dapat mengeluarkan potensi diri dan yang kita sukai.

Alhamdulillah, karena saya ingin sekali menjadi penulis hingga akhir hayat, maka saya berdoa sungguh-sungguh, minta kepada Allah agar dipertemukan dengan yang terbaik. Akhirnya, setelah sekian lama mencari dan mencari, atas izin Allah, saya bertemu dengan Komunitas ODOP. Alhamdulillah, di komunitas ini bagaikan masuk ke supermarket, one stop shopping. Di komunitas ini, selain bertemu dengan orang-orang yang potensial membagi ilmu kepenulisannya, teman diskusi yang mumpuni, juga komunitas ini memberikan beragam pelatihan kepenulisan. Ini sangat membantu saya yang masih galau mau menjadi penulis apa.

Saat ini saya sudah meluruskan tujuan untuk menulis di media, entah cetak ataupun digital. Sudah saatnya bagi saya untuk mulai mengenalkan produk tulisan ke masyarakat lebih luas. Lama ya? Tidak mengapalah. Better late than never, right? Proses ini pun saya lalui bersama Komunitas ODOP. Para tutor hebat senantiasa membantu, memberikan saran terbaik agar kita bisa menjadi penulis seperti yang kita inginkan dan masyarakan perlukan, tentu saja.

Saat ini saya tengah mengikuti pelatihan menulis blog dan menulis tembus media. Kedua pelatihan ini diselenggarakan oleh Komunitas ODOP. Ini merupakan salah satu cara yang saya lakukan untuk membentuk personal branding. Di pelatihan ini kita akan bertemu dengan orang-orang yang sudah berpengalaman maupun yang newbie, bertemu dengan orang-orang seperjuangan, dan menggali ilmu pengetahuan agar bisa di re-fresh terus.

Blog yang sudah menjadi apartemen “sarang laba-laba” pun kini diaktifkan kembali. Belajar lagi ilmu blog dari awal. Dulu membuat blog secara otodidak, melihat tutorial orang-orang, baik dalam negri maupun luar negri. Kemudian konten blog diisi karena mengikuti program challenge. Nah, sekarang baru belajar blog yang sesungguhnya.

Saya ingin dikenal sebagai blogger yang selalu menceritakan perjalanannya. Baik perjalanan healing, studying, working, maupun parenting. Karena, menurut saya, perjalanan pengalaman-pengalaman tersebut pasti bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Sesuai perjalanan umur saya, semoga para kawula muda dan tua bisa mendapatkan faedah yang saya tuangkan dalam setiap tulisanku.



#obs2023

#odopbloggersquad







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kan Ku Panjat Tebing Itu!

Nayla beraksi Hari itu adalah hari Sabtu.  Kebetulan Sabtu pagi itu kami semua tidak ada kegiatan belajar dan mengajar.  Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba kegiatan rock climbing di Plaza Festival,  Jakarta.  Sudah lama aku tidak mengunjungi daerah itu.  Terakhir ke sana saat aku masih mengerjakan skripsi,  mencari bahan landasan teori di perpustakaan Soemantri. Itu sekitar 20-23 tahun yang lalu! ๐Ÿ˜ฑ ๐Ÿ˜† Sudah banyak perubahan yang terjadi di sekitar Kuningan, jalan H.R Rasuna Said.  Dengan mengendarai motor, kami celingak-celinguk mencari gedung Plaza Festival.  Tak lama, kami pun menemukannya.  Segera saja memutar balik arah motor menuju pintu masuknya lalu parkir. Terus terang,  suasana di belakang Plaza Festival tidak banyak berubah.  Beda sekali dengan tampak depannya.  ๐Ÿ˜  Kami pun langsung menemui salah seorang kenalan yang mengenalkan dengan kegiatan panjat tebing ini. Kami tiba di sana pk. 07.00....
BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Sepenggal Kisah Abdurrahman bin 'Auf

https://inspirasigirly.com/abdurahman-bin-auf-manusia-bertangan-emas-1/ ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN Jika saya sedang mengalami keterpurukan dalam usaha usaha saya, semangat down, maka saya selalu bermuhasabah diri dengan mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur.. Alhamdulillah.. kurma yang dikhawatirkan tidak lak...