Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

5 Tips Bahagia di Medsos

Pribadi
Milik Pribadi
Sabtu pagi,  sebelum memulai aktivitas selanjutnya,  enaknya cek-cek berita di WA,  email,  FB,  IG,  Twitter (kalau ada  😁).  Meng-up date-kan info-info teranyar yang berkeliaran di dunia persilatan. 😄

Hapus-hapus chat yang sudah kebanyakan,  foto-foto yang gak-meaning banget,  apalagi berita-berita masa lalu.  Orang yang menganut moto "yang berlalu biarlah berlalu",  kegiatan ini sudah menjadi ritual setiap hari,  atau per tiga hari,  atau seminggu sekali. Tergantung panjang karir di medsos nya 😁

Dari kegiatan pembersihan inilah, baru kusadari bahwa...  Wow! Grup WA-ku banyak! 😆
Waah... Kalau ada kompetisi banyak-banyakkan jumlah grup WA, aku pasti ikutan. Kalau ada lomba ter-silent dalam grup,  aku pasti ikutan juga.  😅




Foto-foto ini adalah penampakan sebagian grup yang aku ikuti. Ada grup kerja,  grup belajar,  grup berkawan,  grup berkawan dengan masa lalu... Eh,  😯 (katanya "yang berlalu biarlah berlalu"?),  grup terjebak nostalgia 🙃    😅 .  Yah,  saya mah yang penting bahagia.  😍
Dan itu baru sebagian di WA,  belum di FB,  telegram,  dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini. 😁

Ternyata untuk berbahagia di grup medsos ada tipsnya lho. Ada etikanya.
Berikut etika dalam berkomunikasi di media sosial.
1.  Perlu diingat bahwa tulisan ini akan dibaca oleh banyak orang,  sehingga perlu dipikirkan dalam pemilihan kata dan kalimat ketika menyampaikan pesan sehingga tidak menyinggung pihak-pihak tertentu.

2. Perhatikan penggunaan kata-kata dalam kalimat,  termasuk juga tanda baca,  dan jenis huruf untuk menghilangkan salah pengertian pada kalimat tersebut. Misalnya,  penggunakan huruf kapital semua dalam satu kalimat bisa diartikan bahwa penulis sedang marah atau menekankan isi pesan.

3. Pastikan informasi yang kita sampaikan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan,  tidak  mengandung unsur menyinggung SARA ataupun pornografi.

4. Selalu cantumkan sumber informasi pada tulisan kita sebagai bentuk penghargaan karya orang lain.  Jangan sampai kita dikatakan sebagai pelaku plagiatisme, apalagi penyebar berita bohong.

5. Pastikan tulisan yang kita posting  benar-benar bermanfaat untuk khalayak umum,  para pembaca kita. Oleh sebab itu,  baca ulang tulisan anda dan lakukan self-editing, sebelum tayang.

Mudah-mudahan dengan tetap memperhatikan etika dalam bekomunikasi di medsos,  tulisan kita mampu membawa para pembaca dan penulisnya sendiri ke surga. Amiin yra..  😊 😇

Sumber :
https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20170612142237-185-221124/sebelum-posting-ingat-etika-di-media-sosial

http://hai.grid.id/Feature/Stuffs/5-Etika-Di-Media-Sosial

#TantanganODOP6
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Zaki dan Sisi (Final)

Episode Terakhir Malam pun tiba. Rocky merebahkan dirinya di salah satu sudut ruangan.  Kali ini ia telah lengkap dengan baju kreasi Sisi beserta topinya.  Terus terang Rocky tidak suka dengan baju ini. Ia menjadi sulit bergerak. Mau makan susah, minum susah,  apalagi buang air besar. Itu lebih sulit lagi. Namun, Rocky sayang sama Sisi dan Zaki. Sehingga apapun yang diberikan untuknya, pasti ia terima dengan suka cita. Rocky ingin keluar, memanjat pohon jambu itu lagi.  Tapi baju ini benar-benar gak banget. Mengganggu keleluasaan bergerak.  "Ah sudahlah, kucoba saja," kata Rocky. Ia mulai berjalan ke dapur.  Dicari sudut tempat ia biasa lalu lalang. "Duh, muat gak ya?" pikir Rocky. Rocky pun mulai mencobanya. Mulailah ia memasuki lubang itu.  Kepala bisa lewat. Begitu juga satu kaki depannya, lalu dua. Kini kedua kaki depannya sudah berhasil melalui lubang.  Rocky terus mendorong tubuhnya hingga ke bagian belakang tubuhnya. Tiba-tiba......

5 Langkah Membentuk Personal Branding

  sumber foto: https://unsplash.com/s/photos/personal-branding Personal branding atau bisa disebut juga dengan “merek” diri. Maksudnya adalah kita ingin dikenal seperti apa. Orang lain mengenali kita sebagai sosok yang bagaimana. Apakah kita ingin dikenal sebagai seorang artis atau seorang yang senang jalan-jalan, seanng membaca buku, pembelajar, pendidik, pedagang, dan lain sebagainya? Semua itu dibentuk dari personal branding yang kita buat. Adapun manfaat yang kita dapatkan dari membuat personal branding adalah, ini merupakan salah satu cara memasarkan diri, terutama jika kita memiliki usaha berupa jasa sebagai sumber penghasilan. Seperti tadi yang telah saya sebutkan di awal. Jika kita berprofesi sebagai seorang artis atau ahli Kesehatan dan kita ingin dikenal sesuai dengan profesi tersebut, maka sebaiknya dalam keseharian kita, dalam kita berpendapat, ataupun nilai yang kita ambil, benar-benar menggambarkan profesi yang kita pilih. Bagaimana kita membentuk personal branding? s...