Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Tips Mencuci Baju Tanpa Mesin Cuci

www.pexels.com
source: www.pexels.com
Bagi sebagian orang liburan adalah waktu menikmati waktu luang bersama keluarga,  entah itu dihabiskan dengan kegiatan tamasya ke luar rumah ataupun hanya berlibur di rumah saja.  Namun berbeda dengan saya.  Setelah lima hari bekerja di sekolah,  hari keenam adalah hari bekerja di rumah. Pekerjaan utamanya adalah mencuci baju.  😄

Mencuci baju adalah pekerjaan rumah yang hukumnya adalah wajib, karena bila kita tidak mencuci baju akan ada seragam yang belum tercuci, akhirnya dapat mempengaruhi kinerja kita dikemudian hari. Belum bila turun hujan.  Makinlah terlambat keringnya.  😅

Berikut adalah tips-tips mencuci baju tanpa menggunakan mesin cuci alias dengan tangan 😀
1. Pisahkan antara baju yang berwarna dan baju yang putih. Pisahkan juga antara pakaian dalam dengan celana - celana luar,  terutama celana berbahan jeans karena celana jeans akan lebih berat bila terkena air daripada pakaian dengan bahan lainnya. Pisahkan juga pakaian yang mudah luntur. Biarkan hingga tumbuh rasa kangen diantara mereka (eaaaa..  😆 😘 😘 😘 ).

2.  Siapkan air pada bak cuci baju secukupnya, campur dengan sabun cuci baju,  lalu kocek hingga berbusa .

3. Masukkan pakaian nuansa putih dengan jumlah sesuai dengan ukuran bak. Pastikan baju terendah dengan air sabun. Lalu diam kan selama 30 menit.

4. Setelah 30 menit,  kucek bagian -  bagian baju yang sering kotor,  yakni bagian kerah,  ketiak,  ujung lengan (bila lengan panjang),  badan bagian depan atau bila ditemukan noda di baju tersebut. Kucek hingga bersih dengan sesekali di berikan air sabun.

5. Setelah tuntas,  peras, kemudian sisihkan.  Lakukan hal ini hingga seluruh baju tuntas. Lalu buanglah air bekas cucian tadi.

6. Rendam lagi pakaian yang sudah di kucek dan peras tadi dengan air bersih.  Lalu bilas hingga bersih (minimal 2 kali bilas).

7. Pastikan air perasan pada bilas yang terakhir sudah tidak mengandung buih sabun lagi. Bila sudah tidak ada sisa sabun,  maka baju tersebut sudah layak dijemur.

8. Lakukan hal yang sama untuk tumpukan baju lainnya.

9. Untuk mencuci celana panjang yang perlu menjadi perhatian adalah bagian bokong,  ujung kaki,  dan paha hingga lutut. Untuk mencuci celana bisa dengan bantuan papan gilas atau sikat baju. Lalu bilas seperti petunjuk sebelumnya.

Mencuci dengan tangan sungguh berat.  Mungkin Dilan juga takkan sanggup (eaaaa... 🙃    😆 ).  Jadi, baiknya jangan menumpuk cucian.

Bila tidak memungkinkan untuk melakukan pencucian sendiri,  apalagi musim hujan begini,  ada baiknya mulai berbagi rezeki dengan para penyedia jasa laundry kiloan. 😃  😍

www.pexels.com
Source: www.pexels.com


Selamat Hari Mencuci Sedunia!  😆😍😍

Days24
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kan Ku Panjat Tebing Itu!

Nayla beraksi Hari itu adalah hari Sabtu.  Kebetulan Sabtu pagi itu kami semua tidak ada kegiatan belajar dan mengajar.  Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba kegiatan rock climbing di Plaza Festival,  Jakarta.  Sudah lama aku tidak mengunjungi daerah itu.  Terakhir ke sana saat aku masih mengerjakan skripsi,  mencari bahan landasan teori di perpustakaan Soemantri. Itu sekitar 20-23 tahun yang lalu! 😱 😆 Sudah banyak perubahan yang terjadi di sekitar Kuningan, jalan H.R Rasuna Said.  Dengan mengendarai motor, kami celingak-celinguk mencari gedung Plaza Festival.  Tak lama, kami pun menemukannya.  Segera saja memutar balik arah motor menuju pintu masuknya lalu parkir. Terus terang,  suasana di belakang Plaza Festival tidak banyak berubah.  Beda sekali dengan tampak depannya.  😁  Kami pun langsung menemui salah seorang kenalan yang mengenalkan dengan kegiatan panjat tebing ini. Kami tiba di sana pk. 07.00....
BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Sepenggal Kisah Abdurrahman bin 'Auf

https://inspirasigirly.com/abdurahman-bin-auf-manusia-bertangan-emas-1/ ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN Jika saya sedang mengalami keterpurukan dalam usaha usaha saya, semangat down, maka saya selalu bermuhasabah diri dengan mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur.. Alhamdulillah.. kurma yang dikhawatirkan tidak lak...