Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Suara Sayup di Tengah Hujan

Zaki dan Sisi

Episode 1

Hari itu hujan turun sangat deras.  Zaki mengutak-atik hapenya sambil selonjoran di kursi ruang tamu.  Ditemani adeknya, Sisi, yang sedang bermain boneka di lantai.  Sayup-sayup terdengar suara lemah namun terus menerus memanggil. 
      "Meong... Meong... Meong." Bagi Zaki suara itu sungguh mengganggu.  Dengan rasa penasaran, Zaki bangkit dari kursinya kemudian celingak -  celinguk mencari sumber suara.  
     Tak berhasil menemukan sosok sumber suara tadi  Zaki pun memutuskan untuk kembali duduk di tempat semula. Namun,  baru saja ia meletakkan bokongnya pada kursi,  tiba-tiba terdengar lagi suara sayup-sayup itu. 
     "Si,  kamu mendengar suara gak?" tanya Zaki pada sang adik dengan penasaran. Sisi pun langsung menghentikan mainnya.  Ia segera memasang telinga,  memperhatikan dengan seksama. 
     "Seperti suara kucing ya kak?" tanya Sisi pada kakaknya. Sisi pun langsung bangkit dan berjalan ke arah jendela depan. "Tapi aku tak melihat kucing itu.  Apa kecebur got ya?" ujar Sisi mulai khawatir. 
     "Yuk,  kita keluar sebentar," ajak  Zaki pada adiknya. 
     "Idih... Hujan, Kak. Lagi pula nanti kita dimarahin ibu,  dikira main hujan-hujanan," sahut Sisi menolak ajakan kakaknya. 
     "Iiih... Orang cuma di depan doang kok. Tuk mastiin aja,  ada dimana kucingnya." 
     Akhirnya Sisi pun menyetujui ide sang kakak. Diambil dan digunakan sandalnya,  mereka pun keluar rumah dan berdiri di teras. 
     "Ah itu dia, Kak!" teriak Sisi tiba-tiba sambil menunjuk ke arah pohon bidara yang ada di depan rumah tetangga seperangkat.  
     Tampak oleh mereka seekor anak kucing di bawah pohon Bidara sendirian. Kucing itu berwarna hitam. Di bagian hidung dan mulutnya berwarna putih. Begitu juga di ujung kedua kaki depannya.  
Kucing tersebut mengeong-ngeong terus. Sepertinya ia memanggil Ibunya. Sesekali ia menempelkan tubuhnya pada batang pohon bidara, berlindung dari terpaan angin kencang dan hujan deras. 
Melihat kejadian itu, Zaki langsung berlari menuju tempat kucing itu berada.  Dengan sigap, di gendong kucing itu, kemudian Zaki kembali ke rumahnya. 
Kucing itu kedinginan. Seluruh tubuhnya basah.  Ia masih mengeong-ngeong. Zaki dan Sisi memutuskan untuk membawa kucing tersebut ke dalam,  lalu akan dikeringkan badannya. 
Zaki dan Sisi membawanya ke belakang rumah. Sisi mencari handuk kering. Setelah menemukannya, handuk itu diberikan pada Zaki, lalu Zaki berusaha mengeringkan kucing tersebut perlahan.  
Sisi menyiapkan susu hangat untuk sang kucing.  Diletakkannya piring kecil berisi susu hangat tadi di hadapan sang kucing.  Setelah mengendus untuk beberapa saat, kucing tersebut langsung meminumnya dengan semangat. 
"Anak kucingnya lucu ya, Kak," ungkap Sisi tiba-tiba.  "Kita pelihara aja ya, Kak."
" Wah,  kita harus ijin dulu sama Ibu. Nanti Ibu kaget tiba-tiba ada kucing di dalam rumah,  " jawab Zaki. 
Sisi menyetujui ide tersebut. Sisi berharap ibunya akan mengizinkan ia memelihara kucing.  Sudah lama ia ingin memiliki kucing sebagai peliharaan. 
Kira-kira ibu mengizinkan tidak ya? 

Bersambung....

Day 43
Episode 1
#TantanganODOPketujuhdandelapan 
#Onedayonepost 
#ODOPbatch5 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Zaki dan Sisi (Final)

Episode Terakhir Malam pun tiba. Rocky merebahkan dirinya di salah satu sudut ruangan.  Kali ini ia telah lengkap dengan baju kreasi Sisi beserta topinya.  Terus terang Rocky tidak suka dengan baju ini. Ia menjadi sulit bergerak. Mau makan susah, minum susah,  apalagi buang air besar. Itu lebih sulit lagi. Namun, Rocky sayang sama Sisi dan Zaki. Sehingga apapun yang diberikan untuknya, pasti ia terima dengan suka cita. Rocky ingin keluar, memanjat pohon jambu itu lagi.  Tapi baju ini benar-benar gak banget. Mengganggu keleluasaan bergerak.  "Ah sudahlah, kucoba saja," kata Rocky. Ia mulai berjalan ke dapur.  Dicari sudut tempat ia biasa lalu lalang. "Duh, muat gak ya?" pikir Rocky. Rocky pun mulai mencobanya. Mulailah ia memasuki lubang itu.  Kepala bisa lewat. Begitu juga satu kaki depannya, lalu dua. Kini kedua kaki depannya sudah berhasil melalui lubang.  Rocky terus mendorong tubuhnya hingga ke bagian belakang tubuhnya. Tiba-tiba......

Ulasan Buku Novel "Tentang Kamu - Tere Liye"

  Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan. Cintalah yang akan menemukan.  (Blurp Tentang Kamu – Tere Liye)   Buku ini membuat saya terpikat untuk membacanya dikarenakan mengisahkan tentang perjalanan hidup seseorang. Saya ingin mengetahui cara-cara setiap orang mengatasi segala tantangan yang dihadapinya. Pengalaman yang menyenangkan ataupun menyedihkan menjadi pelajaran menarik tersendiri.   Dikisahkan Zaman, seorang warga Indonesia berprofesi sebagai pengacara probate atau pengacara waris yang bekerja di London, Inggris.  Ia mendapat tugas untuk mengurus harta peninggalan seorang warga negara Inggris yang ternyata berkebangsaan Indonesia. Sri Ningsih namanya. Di sinilah petualangan dimulai. Pengalaman mencari tahu sosok Sri Ningsih, ujian-ujian yang dihadapi klien selama hidupnya, serta tokoh-tokoh yang berkaitan dengan Sri Ningsih sejak ia lahir hingga meninggal benar-be...