Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Zaki dan Sisi (8)


Episode 8

"Haduuuh... Tuh kucing bener-bener deh, " teriak ibu kesal. “Bisa-bisanya dia ada di teras belakang. Lewat mana ya? “

Tampak isi tong sampah dapur berceceran. Rocky pun mulai mendekati sampah tersebut. Diendus-endusnya. Ih baunya gak enak! Rocky pun segera menjauh dari sampah itu.

     Ibu langsung merapikan sampah-sampah yang berceceran itu. Dimasukkan kembali ke tempat sampah. Zaki berinisiatif langsung membantu ibu. Begitu juga dengan Sisi. Rocky hanya mengamati kegiatan mereka di ambang pintu dapur.

Rocky mengamati halaman belakang rumah itu. Oh,  ternyata ada sebuah pohon jambu dekat dinding belakang. Mungkin kucing itu lewat situ.

Rocky mulai mengeksplorasi halaman belakang.  Halaman itu tidak terlalu luas. Ada pohon jambu yang mulai berbunga, rumput tertata rapih di sekelilingnya ada beberapa pot bunga. Lalu ada juga tiang jemuran di sisi tembok sebelah kiri. 

Rocky memasuki halaman itu. Ia mengendus-endus salah satu tanaman. Lalu tiba-tiba ia melompat menjauh dari pot tersebut. Kemudian Rocky berlari kesana kemari. Berguling - guling di rumput.

Rocky senang bermain di belakang. Pekarangan ini tidak terlalu luas,  namun tenang. Tidak bising seperti halaman di teras depan. Di teras depan banyak mobil,  motor,  sepeda lalu lalang. Terkadang ada anak kecil menangis rewel. Bising sekali.

Rocky lebih senang di halaman belakang. Lalu muncullah seekor kupu-kupu. Rocky baru melihat sosok itu. Kupu-kupu itu sedang hinggap di salah satu bunga. Didekatinya kupu-kupu itu perlahan-lahan. Ketika Rocky ingin mengendusnya, kupu-kupu itu terbang. Rocky pun mengamati kepergian kupu-kupu itu.

Rocky beralih ke pohon jambu. Didekatinya pohon tersebut. Kaki depannya mulai menyentuh batangnya. "Batang ini kasar. Kok kukuku tiba-tiba gatal ya? “ kata Rocky dalam hati. Rocky mulai menggaruk-garuk batang pohon tersebut. "Wah enak sekali rasanya..." Rocky terus saja menggaruk-garuk pohon itu.

Rocky mencoba melompat ke pohon jambu itu. Hop! "Wah,  aku berhasil naik. Coba lagi ah." Rocky mencoba berjalan di atas batang pohon jambu.

"Eh,  Rocky... Jangan ke sana! " teriak Sisi.

"Nanti kamu gak bisa turun!"

"Ck, ck, ck,  ck.... Ayo sini Rocky. Ini makanannya sudah siap. Ikan enak..., " kata Zaki membujuk Rocky agar segera turun sambil menunjukkan tempat makan yang biasa Rocky gunakan.

Rocky pun langsung turun melihat apa yang dipegang oleh Zaki. Segera setelah piring diletakkan di lantai,  Rocky langsung melahap ikan tersebut. " Ah, nanti saja aku panjat pohonnya. Sekarang aku makan dulu saja," kata Rocky sambil tetap menyantap ikan kesukaannya.

Bersambung....

Day 50
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Zaki dan Sisi (Final)

Episode Terakhir Malam pun tiba. Rocky merebahkan dirinya di salah satu sudut ruangan.  Kali ini ia telah lengkap dengan baju kreasi Sisi beserta topinya.  Terus terang Rocky tidak suka dengan baju ini. Ia menjadi sulit bergerak. Mau makan susah, minum susah,  apalagi buang air besar. Itu lebih sulit lagi. Namun, Rocky sayang sama Sisi dan Zaki. Sehingga apapun yang diberikan untuknya, pasti ia terima dengan suka cita. Rocky ingin keluar, memanjat pohon jambu itu lagi.  Tapi baju ini benar-benar gak banget. Mengganggu keleluasaan bergerak.  "Ah sudahlah, kucoba saja," kata Rocky. Ia mulai berjalan ke dapur.  Dicari sudut tempat ia biasa lalu lalang. "Duh, muat gak ya?" pikir Rocky. Rocky pun mulai mencobanya. Mulailah ia memasuki lubang itu.  Kepala bisa lewat. Begitu juga satu kaki depannya, lalu dua. Kini kedua kaki depannya sudah berhasil melalui lubang.  Rocky terus mendorong tubuhnya hingga ke bagian belakang tubuhnya. Tiba-tiba......

Ulasan Buku Novel "Tentang Kamu - Tere Liye"

  Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan. Cintalah yang akan menemukan.  (Blurp Tentang Kamu – Tere Liye)   Buku ini membuat saya terpikat untuk membacanya dikarenakan mengisahkan tentang perjalanan hidup seseorang. Saya ingin mengetahui cara-cara setiap orang mengatasi segala tantangan yang dihadapinya. Pengalaman yang menyenangkan ataupun menyedihkan menjadi pelajaran menarik tersendiri.   Dikisahkan Zaman, seorang warga Indonesia berprofesi sebagai pengacara probate atau pengacara waris yang bekerja di London, Inggris.  Ia mendapat tugas untuk mengurus harta peninggalan seorang warga negara Inggris yang ternyata berkebangsaan Indonesia. Sri Ningsih namanya. Di sinilah petualangan dimulai. Pengalaman mencari tahu sosok Sri Ningsih, ujian-ujian yang dihadapi klien selama hidupnya, serta tokoh-tokoh yang berkaitan dengan Sri Ningsih sejak ia lahir hingga meninggal benar-be...