Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Zaki dan Sisi. Episode 4



Hari sudah semakin sore. Tiba-tiba hujan turun lagi. Kali ini lebih deras dari tadi siang. Namun kali ini si kucing mungil sedang tiduran di pinggiran di dekat pintu kamar Sisi.

Tiba-tiba ibu berkata,  "kucingnya dah makan?" Zaki dan Sisi saling memandang,  kemudian menggelengkan kepalanya.

"Katanya pengen memelihara kucing,  kok jam segini belum dikasih makan?"

"Makanannya apa,  Bu?" tanya Zaki ragu-ragu.

"Di dapur ada ikan cuek sudah ibu sisihkan tadi. Sana,  kamu hancurkan-hancurkan lalu campur pake nasi. Taruh di piring plastik mainan Sisi ya, " jelas ibu.

" Lho kok pake mainan Sisi? " protes Sisi mendengar keterangan ibu.

" Ya iyalah pakai piring mainanmu. Masak pake piring kita. Katanya mau pelihara nih kucing. Ikhlas tidak mainannya di pakai kucing ini? " goda ibu sambil tersenyum.

" Hah?  Jadi... Boleh nih kita pelihara kucing ini? " tanya Zaki dan Sisi hampir bersamaan, kegirangan. Ibu pun tersenyum mengangguk. " Yeay! Alhamdulillah... Terima kasih Ibu, " sahut mereka sambil memeluk ibu.

" Eeh... Tapi dengan catatan ya... Kalau nanti ada kucing dewasa muter-muter dan ngeong-ngeong di sini, mungkin saja itu ibunya. Harus mau kembalikan anaknya ya... " pesan ibu. Mereka pun menyetujuinya.

Segeralah Zaki menyiapkan makanan kucing tersebut.  Ia mencampur dan mengaduk makanannya seperti yang ibu ajarkan.  Tak lama,  makanan tersebut ia sajikan ke hadapan  si kucing mungil.

Kucing mungil mengeluskan badannya pada kaki Zaki dan Sisi bergantian. Kemudian ia tampak seperti mengendus sesuatu.  Ia pun mulai mendekati makanan yang telah disiapkan. Setelah diendus-endus,  makanan itu langsung dilahapnya. Semangat sekali.

Zaki dan Sisi sungguh senang melihat si kucing mungil makan dengan lahap. Artinya kucing itu sehat. Semoga kamu sehat terus ya Cing,  Sisi berdoa sambil mengelus-elus kepala si kucing mungil yang sedang makan itu.

"Jadi, mau kalian kasih nama apa kucing ini? " tanya ibu pada Zaki dan Sisi.

Zaki dan Sisi saling memandang kebingungan. Ups... Ternyata Zaki dan Sisi belum memikirkannya sampai ke situ.
Mereka tidak yakin diperbolehkan memelihara kucing ini sehingga tak terpikirkan untuk memberikan nama.

" Kok kalian bingung? Kalian belum memberikan dia nama? " tanya ibu setengah tak percaya. " Tak mungkin dong sampai cerbung ini selesai kita memanggilnya si kucing mungil -  si kucing mungil terus. Nama itu terlalu panjang untuk disebutkan dalam 12 episode. Hayo segeralah kalian beri nama kucing ini yang singkat dan lucu."

Tik tok tik tok. Suara keheningan menyelimuti suasana di ruangan itu. Yang terdengar hanyalah suara si kucing mungil sedang mengunyah makanannya dengan penuh nikmat.

Bersambung....

Day 46
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Komentar

  1. Hahaha. Paragraf kedua dari belakang itu lho. Si ibu ngomongin cerbung. Wkwkwk.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Zaki dan Sisi (Final)

Episode Terakhir Malam pun tiba. Rocky merebahkan dirinya di salah satu sudut ruangan.  Kali ini ia telah lengkap dengan baju kreasi Sisi beserta topinya.  Terus terang Rocky tidak suka dengan baju ini. Ia menjadi sulit bergerak. Mau makan susah, minum susah,  apalagi buang air besar. Itu lebih sulit lagi. Namun, Rocky sayang sama Sisi dan Zaki. Sehingga apapun yang diberikan untuknya, pasti ia terima dengan suka cita. Rocky ingin keluar, memanjat pohon jambu itu lagi.  Tapi baju ini benar-benar gak banget. Mengganggu keleluasaan bergerak.  "Ah sudahlah, kucoba saja," kata Rocky. Ia mulai berjalan ke dapur.  Dicari sudut tempat ia biasa lalu lalang. "Duh, muat gak ya?" pikir Rocky. Rocky pun mulai mencobanya. Mulailah ia memasuki lubang itu.  Kepala bisa lewat. Begitu juga satu kaki depannya, lalu dua. Kini kedua kaki depannya sudah berhasil melalui lubang.  Rocky terus mendorong tubuhnya hingga ke bagian belakang tubuhnya. Tiba-tiba......

Ulasan Buku Novel "Tentang Kamu - Tere Liye"

  Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan. Cintalah yang akan menemukan.  (Blurp Tentang Kamu – Tere Liye)   Buku ini membuat saya terpikat untuk membacanya dikarenakan mengisahkan tentang perjalanan hidup seseorang. Saya ingin mengetahui cara-cara setiap orang mengatasi segala tantangan yang dihadapinya. Pengalaman yang menyenangkan ataupun menyedihkan menjadi pelajaran menarik tersendiri.   Dikisahkan Zaman, seorang warga Indonesia berprofesi sebagai pengacara probate atau pengacara waris yang bekerja di London, Inggris.  Ia mendapat tugas untuk mengurus harta peninggalan seorang warga negara Inggris yang ternyata berkebangsaan Indonesia. Sri Ningsih namanya. Di sinilah petualangan dimulai. Pengalaman mencari tahu sosok Sri Ningsih, ujian-ujian yang dihadapi klien selama hidupnya, serta tokoh-tokoh yang berkaitan dengan Sri Ningsih sejak ia lahir hingga meninggal benar-be...