Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Zaki dan Sisi (9)


Episode 9

Hari telah malam. Zaki,  Sisi,  dan kedua orangtuanya telah tidur di kamar masing-masing. Tinggallah Rocky sendiri di kardusnya mengamati gelapnya malam.

Kali ini Rocky telah berencana ingin berjalan-jalan keluar rumah. Ia penasaran dengan kucing besar yang mampir ke rumahnya tadi siang. Rocky ingin mencoba memanjat pohon jambu malam ini.

Rocky mendekati pintu dapur. Ia mencari celah yang bisa membuat ia keluar ruangan. Akhirnya ketemulah celah di dekat jendela dapur. Rocky berusaha keluar melalui itu.

Kini ia sudah di teras belakang. Pohon jambu itu di malam hari tampak sedikit menyeramkan. Rocky menggelengkan kepalanya cepat menepis kekhawatiran yang mengganggu pikirannya.

Rocky mulai memanjat, berjalan di atas batang pohon hingga ke atas. Hingga ia berhenti di salah satu cabang pohon,  Rocky melihat ke bawah. Wuih! Tinggi sekali!

Sempat terbesit keraguan di hati Rocky, namun ia tetap melangkah. Berhati-hati berjalan melintasi datang mengarah ke salah satu dinding. Ketika sudah mendekati tembok luar, Rocky menarik nafas. Lalu,  satu... Dua... Tiga... Hop!  Rocky melompat ke arah tembok itu dan... Hup!  Ia berhasil mendarat di bagian atas tembok luar.

Rocky sangat senang luar biasa. Tanpa sadar ia berputar kegirangan,  dan... Ia langsung terguling, jatuh. Alhamdulillah,  Rocky jatuh di rumput pekarangan rumahnya lagi. Rocky kembali bangkit,  masih terhuyung - huyung pusing.
Digelengkannya kembali kepalanya. Setelah Rocky sadar dan ia yakin kuat, ia mencoba kembali memanjat pohon jambu. Tingginya pohon jambu itu harus berhasil ia kalahkan. Ternyata Rocky gigih juga ya.

Kali ini ia berjanji akan lebih berhati-hati lagi. Di panjat kembali pohon itu. Kemudian dilalui batang dan dahan yang mengarah ke tembok. Lalu ia melompat ke atas tembok itu lagi.

Sesampainya di atas tembok,  Rocky berusaha menitinya. Berjalan perlahan - lahan hingga ke ujung tembok itu berakhir. Kali ini tidak ada jalan lain yang bisa ia lalui. Namun dari atas tembok itu,  Rocky dapat melihat pemandangan yang indah daerah tersebut di malam hari.

Banyak lampu benderang, memerangi rumah penduduk, jalan komplek,  taman, dan lokasi lainnya. Terdengar suara kucing, anjing, sayup-sayup. Artinya hewan-hewan itu jauh dari lokasi Rocky. Tiba-tiba Ada suara yang mengejutkan dan merusak lamunan Rocky.

"Hei, ngapain kamu di sini!?  Sana pergi! " bentak suara itu. Rocky langsung menoleh ke arah suara itu. Bulu-bulu Rocky langsung berdiri,  dan ia melangkah mundur perlahan. Ternyata itu adalah si kucing besar tadi. Namun kali ini ia hanya berjarak beberapa langkah saja darinya.

Bagaimana ini?

Bersambung....

Day 51
#TantanganODOP
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kan Ku Panjat Tebing Itu!

Nayla beraksi Hari itu adalah hari Sabtu.  Kebetulan Sabtu pagi itu kami semua tidak ada kegiatan belajar dan mengajar.  Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba kegiatan rock climbing di Plaza Festival,  Jakarta.  Sudah lama aku tidak mengunjungi daerah itu.  Terakhir ke sana saat aku masih mengerjakan skripsi,  mencari bahan landasan teori di perpustakaan Soemantri. Itu sekitar 20-23 tahun yang lalu! 😱 😆 Sudah banyak perubahan yang terjadi di sekitar Kuningan, jalan H.R Rasuna Said.  Dengan mengendarai motor, kami celingak-celinguk mencari gedung Plaza Festival.  Tak lama, kami pun menemukannya.  Segera saja memutar balik arah motor menuju pintu masuknya lalu parkir. Terus terang,  suasana di belakang Plaza Festival tidak banyak berubah.  Beda sekali dengan tampak depannya.  😁  Kami pun langsung menemui salah seorang kenalan yang mengenalkan dengan kegiatan panjat tebing ini. Kami tiba di sana pk. 07.00....
BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Sepenggal Kisah Abdurrahman bin 'Auf

https://inspirasigirly.com/abdurahman-bin-auf-manusia-bertangan-emas-1/ ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN Jika saya sedang mengalami keterpurukan dalam usaha usaha saya, semangat down, maka saya selalu bermuhasabah diri dengan mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur.. Alhamdulillah.. kurma yang dikhawatirkan tidak lak...