Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

5 Tempat Jalan-jalan Otentik dan Mengesankan di Daerah Bogor



Siapa sih yang tidak kenal dengan kota Bogor?


Pada masa sekolah dulu, saya dikenalkan Bogor sebagai kota hujan karena memiliki curah hujan tertinggi dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Selain itu, Bogor juga dikenal dengan tempat ikoniknya seperti Istana Bogor dengan rusa-rusa yang menghiasi perkarangannya, dan juga Kebun Raya Bogor sebagai pusat penelitian botani.


Kota Bogor, karena dekat dengan Jakarta, ibukota Indonesia, keramaian kotanya tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Bogor bisa dijadikan alternartif wisata terdekat dengan Jakarta. Hiruk pikuk segala kesibukan di kota Jakarta ditambah moderinitas yang telah mewarnai seluruh penjuru kota membuat para peminat hiburan klasik mencari tempat healing tersendiri.


Berikut adalah 5 tempat jalan-jalan otentik dan mengesankan di daerah Bogor

1. Taman Nasional Gunung Gede Pangarango

Jalan-jalan ke gunung tentu beda dengan jalan-jalan ke mal (ya iyalah!). Menariknya jalan-jalan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah mulai dari persiapan, kegiatan di gunungnya, hingga kepulangan. Untuk saya yang bukan orang gunung, tentu saja melakukan beberapa persiapan. Selain persiapan materi, persiapan fisik tentu saja. Dimulai dari melengkapi peralatan naik gunung seperti sepatu, celana, baju, dan jas hujan yang memadai. Lalu melengkapi peralatan berkemah, seperti tenda, flyingsheet, lampu tenda, dan lain-lain. Persiapan fisik pun mulai rutin dilakukan paling cepat sebulan sebelum keberangkatan. Mulai dari jogging, berjalan mendaki, makan-makanan sehat, dan lain sebagainya.

Serunya jalan-jalan di Taman Nasional Gedung Pangrango adalah di awal perjalanan, ketika masih di kaki gunung, Taman Nasional sudah disiapkan untuk pendaki gunung pemula. Artinya, jalan setapak dibuat nyaman. Sudah ada undakan-undakan seperti tangga dan ada beberapa bagian yang dbuat jembatan dari kayu, seperti panggung. Jarak pos-pos peristirahatan tidak terlalu jauh, begitu juga dengan toilet. Hanya saja ada beberapa toilet sepi, sehingga tampak ragu tuk digunakan. Sumber air pun banyak, sehingga memudahkan untuk berwudhu ketika ingin salat selama perjalanan pendakian.

sumber foto : pribadi di Taman Nasional Gede Pangrango


Setelah setengah pendakian, menuju puncak gunung, inilah yang membuat jalan-jalan ini otentik dan mengesankan bagi saya. Jalur trekking masih tampak asli. Ada pepohonan yang melintangi jalur kami, sehingga terkadang kami harus menunduk, memanjat, terkadang melompati pohon tersebut. Belum lagi, pendakian yang masih apa adanya, sehingga kita seperti wall climbing. Namun kelelahan mendaki gunung sangat terbayarkan ketika kita sampai dipuncak gunung. Udara dingin yang, ternyata, dapat menembus mantel kami, serta indahnya hamparan bunga edelwais. Sungguh mengagumkan. Bila ada langkah, ingin sekali saya Kembali jalan-jalan ke sana.


2. Jalan Surya Kencana

Jalan Surya Kencana, berada di pusat kota Bogor. Bagi yang ingin tahu cita rasa Bogor asli, silahkan di mulai dari Jalan Surya Kencana. Jalan ini ternyata cukup panjang dan sudah terkenal ramai sejak zaman dahulu. Warung-warung kuliner di jalan ini sudah melegenda. Mereka sudah berjualan jauh sebelum Bogor ramai dan menjadi pusat wisata seperti sekarang.

Jalan Surya Kencana adalah daerah pecinan di Bogor. Toko-toko di seni banyak yang berjualan orang Tionghoa dan sudah turun temurun. Tak heran, bisa saja kita temui restoran non halal di jalan ini. Namun hal ini jangan dijadikan rintangan untuk mencoba. Justru ni yang membuat jalan-jalan di surya kencana menjadi otentik dan mengesankan. Orang-orang sudah terbiasa untuk berjalan kaki kulineran di sepanjang jalan surken ini. Selain itu, dengan harga yang murah dan kualitas makanan yang enak, sungguh mengesankan. nikmatnya.

Salah satunya adalah Soto Kuning Pak Yusuf. Menyajikan soto dengan daging sapi dan aneka jerohannya. Dimasak begitu lembut dan berbumbu sedap. Pelayanan warung ini pun tergolong cepat. Mungkin karena sudah terbiasa melayani banyak orang, sehingga kualitas pelayanan dan makanannya pun terbaik.

sumber foto: pribadi, gerobakan es bir kocok Bogor


Setelah makan dan lelah berjalan kaki, janganlah lewatkan untuk mencoba bir kocok. Bir ini non alkohol. Terbuat dari air jahe dan disajikan dingin. Dikatakan bir, karena tampilannya berbusa akibat dikocok-kocok dengan es batu saat pencampurannya.

sumber foto: pribadi, makanan khas kakilima Surken, Bogor


Selain makanan tradisional seperti cungkring, ada juga makanan-makanan modern atau khas dari daerah lainnya. Contohnya es durian, somay, pempek, mie babat, dan lain sebagainya. Lalu ada juga produk bakery, seperi kue dan roti. Sepertinya kalau jalan-jalan di surya kencana akan impas, kalori yang masuk sama dengan kalori yang keluar.


3. Kopi Daong


Ini sebetulnya tempat ngopi enak di dalam hutan pinus. Lokasi tepatnya pun di luar kota Bogor, namun masih masuk kabupaten Bogor. Ciawi tepatnya. Di sini kopi yang disajikan asli. Makanan pendampingnya pun, bergaya ala Eropa dan Asia, nikmat dengan porsi yang pantas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Suasana minum kopi hangat-hangat di antara pohon-pohon pinus menujlang tinggi, dan dihiasi lampu yang indah di kala malam menambah keontentikan dan mengesankan peminatnya.


4. Gaya Rimba Resort and Camp.

Begitu memasuki area ini, sudah kental dengan suasana khas Sunda. Menu makanan yang ditawarkan pun lengkap. Menurut saya, sungguh mengesankan otentik Sunda banget. Ada paket aneka liwetan ataupun ramesan. Pilihan minumannya pun banyak. Mulai dari kopi, aneka jus, hingga minuman herbal. Resort ini dibuat sedemikian rupa hingga nyaman untuk yang kemping ataupun hadir untuk menikmati makanan. Ia juga menyiapkan beberapa area hiburan, seperti terapi ikan, memancing, berkuda di akhir pekan, serta panggung organ tunggal. Kualitas makanan dan pelayanannya dapat dinilai baik. Harga setipa menu pun normal. 

sumber foto: pribadi, salah tiga menu di Gaya Rimba Resort and Camp




5. Kedai Es Teh Jaya Abadi

Di kala banyak menjamur warung kopi kekinian, kedai ini berhasil memikat hati penikmat teh. Dengan menyuguhkan beragam teh racikan tersendiri, bisa diminum hangat maupun dingin, telah berhasil memunculkan rasa otentik dan mengesankan konsumennya. Selain itu, desain ruangan yang diatur sedemikian rupa, memunculkan nuansa-nuansa jadul, semakin menambah keunikan tersendiri ketika menikmati teh. Selain menu teh, kedai ini juga menyuguhkan aneka makanan kudapan, seperti mendoan, tahu isi, pisang goreng, risol, donat, dan lain-lain. Harganya pun pas di kantong mahasiswa. Sangat cocok untuk rehat sejenak di tengah kesibukan kota Bogor.

sumber foto: prbadi, tampak depan Kedai Es Teh Jaya Abadi, Bogor



Itulah lima tempat jalan-jalan otentik dan mengesankan di Bogor menurut saya. Silahkan teman-teman membuktikan keotentikan tempat-tempat tersebut. Jika ada yang bisa merekomendasikan tempat lain yang mengesankan, saya menantinya.


#obs2023
#odopbloggersquad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kan Ku Panjat Tebing Itu!

Nayla beraksi Hari itu adalah hari Sabtu.  Kebetulan Sabtu pagi itu kami semua tidak ada kegiatan belajar dan mengajar.  Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba kegiatan rock climbing di Plaza Festival,  Jakarta.  Sudah lama aku tidak mengunjungi daerah itu.  Terakhir ke sana saat aku masih mengerjakan skripsi,  mencari bahan landasan teori di perpustakaan Soemantri. Itu sekitar 20-23 tahun yang lalu! 😱 😆 Sudah banyak perubahan yang terjadi di sekitar Kuningan, jalan H.R Rasuna Said.  Dengan mengendarai motor, kami celingak-celinguk mencari gedung Plaza Festival.  Tak lama, kami pun menemukannya.  Segera saja memutar balik arah motor menuju pintu masuknya lalu parkir. Terus terang,  suasana di belakang Plaza Festival tidak banyak berubah.  Beda sekali dengan tampak depannya.  😁  Kami pun langsung menemui salah seorang kenalan yang mengenalkan dengan kegiatan panjat tebing ini. Kami tiba di sana pk. 07.00....
BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Sepenggal Kisah Abdurrahman bin 'Auf

https://inspirasigirly.com/abdurahman-bin-auf-manusia-bertangan-emas-1/ ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN Jika saya sedang mengalami keterpurukan dalam usaha usaha saya, semangat down, maka saya selalu bermuhasabah diri dengan mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur.. Alhamdulillah.. kurma yang dikhawatirkan tidak lak...