Langsung ke konten utama

Ulasan “Aleph” Karya Paulo Coelho

  Identitas Buku  Judul: Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2013 Jumlah halaman: 302 halaman. Cerita Singkat Sudut pandang tokoh utama ada penulis sendiri. Di sini penulis menceritakan pengelamannya melakukan perjalanan sejauh 9.288 km, yakni perjalanan melaui jalur kereta api Trans-Siberia, dari Moscow menuju Vladivostok. Penulis melakukan perjalanan bersama orang-orang yang bekerja dengan dirinya penerbit dan editor. Selain itu, ia juga mengajak orang lain yang ia kenal baru saja saat memulia perjalanan tersebut. Sebetulnya perjalanan ini telah dilakukan penulis sebelumnya. Namun, ia melakukan lagi dengan misi untuk menemukan aleph, energi dari kerajaannya sendiri. Di sini penulis menceritakan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi, orang-orang yang pernah ia temui dan kenali, hingga pengalaman-pengalaman baik pahit maupun menyenangkan yang ia alami. Hal ini semua ia lakukan untuk menemukan aleph. Keunggulan Novel Penulis benar-benar...

Keju, Salah Satu Produk Teknologi Pangan, Enak dan baik untuk Kesehatan

https://www.tulisanshinta.site/2023/08/keju-salah-satu-produk-teknologi-pangan.html

Allah telah menciptakan beragam jenis bahan makan yang terhampar di seluruh penjuru bumi untuk seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sebutkan saja seperti daging sapi, ikan, ayam, telur, susu, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan masih banyak lagi. Bahan makanan tersebut tentu saja tidak bisa langsung habis. Terkadang kita perlu menyimpannya untuk dikonsumsi di kemudian hari.

 

Agar bahan makanan yang disimpan tidak cepat busuk, tetap enak Ketika dimakan, dan nutrisinya tidak berkurang ataupun hilang,  perlu suatu teknologi untuk menyiapkan hal ini. Ilmu yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber hayati hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, kemudian dimasukkan ke dalam sistem  pengawetan, pengolahan, pengemasan,   penyimpanan, dan lain sebagainya sehingga makanan tersebut menjadi lebih baik, aman dan bergizi Ketika dikonsumsi, disebut dengan teknologi pangan.

 

Teknologi pangan sebaiknya diketahui oleh siapa saja, di segala usia. Keadaan Ini bisa membantu ketika kita ingin menyimpan bahan makanan agar bisa bertahan lama kesegarannya serta tidak mudah rusak.  Selain itu, dengan memahami teknologi pangan, kita juga bisa memilih jenis makanan yang bernutrisi dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Tidak hanya itu saja, dengan mengetahui teknologi pangan, kita dapat berinovasi, menciptakan makanan-makanan baru sehingga kita tidak bosan ketika menikmati bahan makan tersebut, dengan tetap bernutrisi, tentu saja.

 

Salah satu bahan makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari adalah susu. Susu, baik yang berasal dari sapi maupun kambing, memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh manusia. Namun, tidak semua manusia bisa menikmati susu tanpa efek samping yang mengganggu Kesehatan. Oleh sebab itu, susu tersebut masuk ke dalam sistem teknologi pangan dan diproses sedemikian rupa. Ia mengalami proses pasteurisasi, sterilisasi, pengalengan ataupun dijadikan susu bubuk, dikotakkan, sehingga lebih aman dan mudah untuk dikonsumsi.

 

Keju adalah salah satu hasil produk teknologi pangan

Salah satu produk teknologi pangan susu adalah keju. Keju merupakan susu yang digumpalkan. Bagian susu yang menggumpal, dipisahkan dari bagian yang cair, diproses berulang sehingga menjadi keju yang biasa kita temui di supermarket-supermarket.

 

Keju memiliki kandungan yang sama dengan susu, yakni kalsium, protein, magnesium, zinc, vitamin A, vitamin D, dan vitamin K. Manfaatnya pun tidak jauh berbeda dengan susu, yakni untuk menjaga Kesehatan otot, Kesehatan tulang, serta meningkatkan imunitas tubuh. Meskipun banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita, sebaiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsinya. Terlalu banyak mengonsumsi keju bisa menimbulkan obesitas.

 

Sumber Foto: https://pixabay.com/id/photos/semacam-spageti-masakan-italia-3547078/


Produk teknologi pangan berupa keju, sudah diciptakan sejak zaman dahulu. Bangsa Timur Tengah dan Eropa, mengolahnya menjadi salah satu bahan makanan khas utamanya. Umumnya mereka menggunakannya sebagai olesan roti. Namun ada juga yang dicampur dalam masakannya, seperti kunafa, spageti, ataupun macaroni skutel.

 

Di Indonesia, keju masih termasuk salah satu produk modern. Untuk Sebagian besar penduduknya belum terbiasa dengan makanan bercita rasa keju. Namun hal ini tidak membatasi penyebaran produk ini di daerah Indonesia.

 

Jenis keju popular dan mudah ditemui di Indonesia

Adapun jenis keju yang popular dan mudah ditemui di Indonesia adalah:

1.       Cheddar. Ternyata nama ini diambil dari nama suatu desa di Inggris, yakni desa Cheddar di Somerset, tepatnya. Ia termasuk ke dalam keju keras. Biasanya, dijadikan sebagai bahan dasar utama untuk membuat penganan kue kering seperti kastangels, taburan di atas bolu, taburan di atas roti ataupun sebagai isi roti.

2.       Mozarella. Berasal dari Italia. Biasanya dijadikan sebagai topping dalam menu pizza, lasagna, mentai,  atau masakan kekinian lainnya. Ia lebih nikmat jika dimakan dalam keadaan hangat. Tekturnya yang sangat lembut dibandingkan cheddar, ditambah penampilan yang seperti lembaran atau benang-benang yang saling menarik ketika masakan diambil, tentu lebih menarik selera penikmatnya.

3.       Parmesan.  Seperti cheddar, nama ini diambil berdasarkan nama tempat penghasilnya yaitu Parma, Italia. Parmesan terbuat dari susu sapi. Biasanya dijadikan pelengkap perasa dalam makanan. Ketika dibakar, wanginya sangat menggugah selera.

4.       Keju oles atau disebut juga cheese spread. Umumnya jenis ini dikonsumsi sebagai  olesan untuk sandwich serta roti bakar. Kandungan lemaknya juga lebih rendah sehingga lebih menyehatkan.

5.       Krim cheese, adalah sejenis keju bertekstur lunak yang mirip dengan mentega. Sedikit berbeda dari keju pada umumnya, Cream Cheese tidak mengalami proses pematangan atau fermentasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, Cream Cheese sangat mudah lumer dan rasanya sedikit asam manis. Biasanya jenis ini dijadikan salad dressing.

 

Sumber Foto: https://pixabay.com/id/photos/keju-cheddar-slice-gouda-slice-2829189/

Sudah selayaknya kita terbiasa memilih makanan yang halal dan baik. Mengonsumsi makanan dengan jumlah yang cukup, disertai kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh merupakan landasan utama menciptakan pola hidup sehat. Makanan-makanan yang kita asup, akan lebih berguna lagi jika iringi dengan aktivitas yang mendukung Kesehatan kita, seperti berolahraga, banyak minum air putih, memiliki waktu istirahat yang cukup, dan menghindari stress.

 

Terbiasa memilih makanan yang sehat dan menjaga pola hidup sehat membutuhkan niat dan usaha yang terus menerus. Jadikan ini sebagai gaya hidup kita. Bukan sekedar mencapai target mengatur berat badan. Meraih tujuan jangka panjang, lebih baik daripada mencapai tujuan sesaat. Menjadi individu yang bisa live longer and heathier, jauh lebih baik dari pada sekedar mengubah penampilan. Banyak-banyaklah mencari ilmu yang berkaitan dengan makanan baik dan menjaga pola hidup sehat. Banyak-banyak pula mengucap syukur kepada Allah SWT atas pemberian rezeki makanan yang berlimpah dan tersebar di bumi-Nya Allah.


 #obs2023

#odopbloggersquad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKBER      Tergesa-gesa aku menuju rumah. Hari sudah sore. Sebentar lagi bedug tiba. Namun karena keterbatasan memori dan padatnya kegiatan selama seminggu ini, aku telah melupakan acara yang telah dinanti-nanti selama beberapa minggu ini. Sore ini aku dan mantan kawan-kawan SMA akan melakukan reuni bersama, sambil berbuka puasa tentunya, setelah lima tahun terpisah dengan kesibukan masing-masing.       Tiba -tiba, entah dari mana, dan bagaimana, Silvia menghubungi ketika aku tengah tenggelam dalam lautan silabus, RPP, LPJ, serta meeting Ramadhan Camp. Sempat berusaha keras untuk menyingat sosok Silvia yang berkata-kata dengan penuh semangat diujung telepon sana tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan betapa susahnya menemukan nomor kontakku. Bertanya sana sini hingga membongkar aneka media sosial yang sedang in saat ini hingga yang jadul yang hanya diketahui oleh  orang-orang kelahiran tahun tertentu.   Alhamdulillah...kini ia be...

Zaki dan Sisi (Final)

Episode Terakhir Malam pun tiba. Rocky merebahkan dirinya di salah satu sudut ruangan.  Kali ini ia telah lengkap dengan baju kreasi Sisi beserta topinya.  Terus terang Rocky tidak suka dengan baju ini. Ia menjadi sulit bergerak. Mau makan susah, minum susah,  apalagi buang air besar. Itu lebih sulit lagi. Namun, Rocky sayang sama Sisi dan Zaki. Sehingga apapun yang diberikan untuknya, pasti ia terima dengan suka cita. Rocky ingin keluar, memanjat pohon jambu itu lagi.  Tapi baju ini benar-benar gak banget. Mengganggu keleluasaan bergerak.  "Ah sudahlah, kucoba saja," kata Rocky. Ia mulai berjalan ke dapur.  Dicari sudut tempat ia biasa lalu lalang. "Duh, muat gak ya?" pikir Rocky. Rocky pun mulai mencobanya. Mulailah ia memasuki lubang itu.  Kepala bisa lewat. Begitu juga satu kaki depannya, lalu dua. Kini kedua kaki depannya sudah berhasil melalui lubang.  Rocky terus mendorong tubuhnya hingga ke bagian belakang tubuhnya. Tiba-tiba......

5 Langkah Membentuk Personal Branding

  sumber foto: https://unsplash.com/s/photos/personal-branding Personal branding atau bisa disebut juga dengan “merek” diri. Maksudnya adalah kita ingin dikenal seperti apa. Orang lain mengenali kita sebagai sosok yang bagaimana. Apakah kita ingin dikenal sebagai seorang artis atau seorang yang senang jalan-jalan, seanng membaca buku, pembelajar, pendidik, pedagang, dan lain sebagainya? Semua itu dibentuk dari personal branding yang kita buat. Adapun manfaat yang kita dapatkan dari membuat personal branding adalah, ini merupakan salah satu cara memasarkan diri, terutama jika kita memiliki usaha berupa jasa sebagai sumber penghasilan. Seperti tadi yang telah saya sebutkan di awal. Jika kita berprofesi sebagai seorang artis atau ahli Kesehatan dan kita ingin dikenal sesuai dengan profesi tersebut, maka sebaiknya dalam keseharian kita, dalam kita berpendapat, ataupun nilai yang kita ambil, benar-benar menggambarkan profesi yang kita pilih. Bagaimana kita membentuk personal branding? s...